Biarlah Aku Menjadi Tokoh Jahat dalam Ceritamu

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Aku telah siap menjadi sosok yang paling buruk dalam cerita siapa pun. Jika itulah harga yang harus kubayar agar seseorang menemukan ketenangan melalui versinya sendiri tentang kenyataan, maka aku menerimanya tanpa keberatan.

Manusia sering kali membutuhkan seorang antagonis untuk menjelaskan luka yang belum sanggup mereka sembuhkan. Maka, jika namakulah yang dipilih untuk mengisi peran itu, biarlah waktu menjadi saksi. Aku tidak memiliki kuasa atas bagaimana orang menilaiku, sebagaimana aku tidak mampu mengatur ke mana angin membawa debu.

Tetapi aku masih memiliki satu hak yang tidak bisa dirampas siapa pun: memilih untuk pergi.

Saat kisah ini berakhir, jangan lagi mencariku. Jangan mengetuk pintu yang telah kututup, dan jangan memanggil nama yang telah kupilih untuk kulepaskan. Biarkan jarak menjadi penghormatan terakhir bagi hubungan yang tak lagi memiliki tujuan untuk dipertahankan.

Tidak semua perpisahan membutuhkan kata maaf. Tidak semua luka menuntut penjelasan. Ada kalanya, kedamaian lahir justru ketika dua orang berhenti saling memaksa menerima sudut pandang yang berbeda.

Aku tidak akan menghabiskan sisa hidupku untuk membela diri di hadapan mereka yang telah menjatuhkan vonis tanpa pernah mendengar seluruh kisah. Waktu terlalu berharga untuk dihabiskan mengejar penerimaan dari orang yang telah memutuskan penilaiannya sejak awal.

Jika dalam ceritamu aku adalah tokoh yang paling buruk, simpanlah keyakinan itu. Aku tidak akan merampasnya. Sebab kebenaran tidak selalu membutuhkan pembelaan, dan keikhlasan tidak selalu menuntut pengakuan.

Hanya satu permintaanku…

Setelah semuanya usai, biarkan aku hidup dalam diam. Jangan lagi mengetuk pintu yang telah kupilih untuk kututup selamanya. Karena tidak semua yang pergi ingin ditemukan kembali. Ada yang memilih menghilang, bukan karena membenci, melainkan karena akhirnya belajar mencintai ketenangan.

Penulis : Ijum Setiawan, SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Tertipu oleh Apa yang Tampak
Aku tak keberatan berapa lama pun
Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Waktu Terbaik Minum Air Kelapa untuk Tubuh
Ketua JBB Kasman, Sampaikan Ucapan Happy Wedding untuk Saeful Bahri dan Siti Munasaroh
PP GP Al Washliyah Desak APH Bongkar Aliran Dana Kasus Wamen Imipas Silmy Karim
Karang Taruna Kecamatan Jayanti Periode 2026-2031 Resmi Dilantik dan Siap Wujudkan Masyarakat Sejahtera
Keterikatan dan cinta adalah dua hal yang sering disalahartikan. Padahal keduanya berbeda
Kehidupan :Saat Berhenti Memaksa Justru Membuat Hidup Mengalir
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:36

Jangan Tertipu oleh Apa yang Tampak

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:34

Aku tak keberatan berapa lama pun

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:32

Biarlah Aku Menjadi Tokoh Jahat dalam Ceritamu

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:40

Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Waktu Terbaik Minum Air Kelapa untuk Tubuh

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:45

Ketua JBB Kasman, Sampaikan Ucapan Happy Wedding untuk Saeful Bahri dan Siti Munasaroh

Berita Terbaru

Lifestyle

Jangan Tertipu oleh Apa yang Tampak

Rabu, 8 Jul 2026 - 21:36

Lifestyle

Aku tak keberatan berapa lama pun

Rabu, 8 Jul 2026 - 21:34

Lifestyle

Biarlah Aku Menjadi Tokoh Jahat dalam Ceritamu

Rabu, 8 Jul 2026 - 21:32

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com