Benarkah Jarang Minum Air Putih Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Minum air putih sering dianggap hal sepele. Banyak orang lebih memilih kopi, teh manis, minuman kemasan, atau bahkan lupa minum sama sekali. Padahal, ginjal adalah organ yang sangat bergantung pada cairan. Tanpa asupan air yang cukup, kerja ginjal menjadi jauh lebih berat.

Secara medis, jarang minum air putih tidak langsung menyebabkan gagal ginjal, tetapi meningkatkan risiko kerusakan ginjal dalam jangka panjang. Hal ini dilansir dari Kementerian Kesehatan RI dan berbagai literatur nefrologi. Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan membuangnya lewat urine. Proses ini membutuhkan cukup cairan agar racun tidak menumpuk.

Ketika tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), volume urine menurun dan menjadi lebih pekat. Kondisi ini membuat zat sisa seperti kalsium, asam urat, dan oksalat lebih mudah mengendap. Dalam jangka waktu lama, endapan ini bisa membentuk batu ginjal, yang bila berulang atau tidak ditangani, dapat merusak jaringan ginjal.

Menurut Penjelasan Medis yang dikutip dari National Kidney Foundation, dehidrasi kronis dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal. Jika kondisi ini terjadi berulang dan lama, ginjal bisa mengalami cedera permanen yang disebut chronic kidney disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis.

Namun penting diluruskan bahwa gagal ginjal tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Jarang minum air putih biasanya menjadi faktor pemicu atau faktor pemberat, terutama jika disertai kebiasaan lain seperti konsumsi garam berlebihan, minuman tinggi gula, obat pereda nyeri tanpa pengawasan, merokok, atau memiliki penyakit seperti diabetes dan hipertensi.

Banyak kasus gagal ginjal terjadi bukan karena seseorang “tidak pernah minum”, tetapi karena bertahun-tahun hidup dalam kondisi kurang cairan sambil membebani ginjal dengan pola hidup tidak sehat. Ginjal adalah organ yang diam dan jarang mengeluh, dan ketika gejala muncul, kerusakan sering kali sudah jauh berjalan.

Tanda-tanda awal tubuh kekurangan cairan sering diabaikan yaitu urine berwarna kuning tua, jarang buang air kecil, cepat lelah, sakit kepala, dan mulut kering. Jika ini menjadi kebiasaan harian, ginjal dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak ideal setiap waktu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan asupan cairan harian disesuaikan dengan aktivitas, suhu lingkungan, dan kondisi tubuh, namun secara umum 6–8 gelas air putih per hari menjadi patokan minimal bagi orang dewasa sehat. Angka ini bisa meningkat pada pekerja fisik, cuaca panas, atau kondisi medis tertentu.

Yang sering disalahpahami, minuman manis atau berkafein tidak sepenuhnya menggantikan air putih. Beberapa justru bersifat diuretik ringan atau tinggi gula, yang dalam jangka panjang malah menambah beban ginjal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tukar Rp1 Juta Jadi Rp800 Ribu: Ketua MCS Minta OJK dan BI Tertibkan Praktik Tukar Uang Pinggir Jalan di Tangerang
Dosen STISNU Bukber Bersama di Rumah Abah KH. Ali Zen
Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Hitung Mundur dan Prediksi Muhammadiyah, NU, Pemerintah
Hendarto Camat Cisauk Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Pemerintah Kecamatan Kemiri Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Camat Sukadiri Terima Audensi Pengaduan Masyarakat, Bahas Menata Respons Pelayan Publik Terhadap Aduan Masyarakat
Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa
Posko Layanan Kesehatan Di Soroti MCS, Ijum Setiawan : Pendataan Menjadi Kunci Kesehatan Bagi Warga
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:09 WIB

Tukar Rp1 Juta Jadi Rp800 Ribu: Ketua MCS Minta OJK dan BI Tertibkan Praktik Tukar Uang Pinggir Jalan di Tangerang

Senin, 16 Maret 2026 - 04:37 WIB

Dosen STISNU Bukber Bersama di Rumah Abah KH. Ali Zen

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:49 WIB

Idulfitri 2026 Tanggal Berapa? Hitung Mundur dan Prediksi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:18 WIB

Hendarto Camat Cisauk Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:41 WIB

Pemerintah Kecamatan Kemiri Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Berita Terbaru

Berita

Ratusan Personel Gabungan Amankan Pertandingan Liga 2

Sabtu, 28 Mar 2026 - 10:23 WIB

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com