Suarapanturanews.com — Buah labu atau pumpkin yang identik dengan dekorasi Halloween ternyata memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Mulai dari menjaga kesehatan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh, hingga melancarkan pencernaan.
“Labu kaya akan serat, vitamin A, C, dan E, mineral, serta antioksidan,” kata ahli gizi Melanie Marcus, MA, RD, yang berbasis di Charlotte, Carolina Utara, seperti dikutip dari Real Simple, Jumat (23/10/2026).
Labu mengandung beta-karoten, yaitu karotenoid yang memberikan warna oranye dan dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga penglihatan, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta memelihara kesehatan kulit dan jaringan tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, labu mengandung lutein dan zeaksantin yang terakumulasi di retina. Kedua senyawa tersebut membantu melindungi mata dari stres oksidatif.
Kandungan serat dalam labu juga mendukung kesehatan usus dan pencernaan. Satu cangkir labu kalengan mengandung sekitar tujuh gram serat.
Sementara itu, vitamin C dan E, serta mineral seperti tembaga, seng, dan zat besi, turut mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Kandungan kalium dan magnesium di dalamnya juga bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tulang.
Ahli gizi Alexander LeRitz, MSc, RDN, CDN, CNSC, CPT, mengatakan bahwa konsumsi labu dalam porsi wajar setiap hari umumnya aman. Selain itu, labu dapat membantu meningkatkan asupan serat, kalium, dan berbagai zat gizi mikro lainnya.
“Labu merupakan cara mudah untuk meningkatkan asupan sayuran, serat, kalium, dan zat gizi mikro lainnya dalam pola makan,” kata LeRitz.
Meski demikian, peningkatan asupan serat secara mendadak dapat menyebabkan perut kembung atau bergas, terutama bagi orang yang belum terbiasa mengonsumsi makanan kaya serat.
Konsumsi makanan kaya karotenoid dalam jumlah sangat besar dan terus-menerus juga dapat memicu karotenemia, yaitu kondisi ketika kulit berubah menjadi kuning-oranye akibat penumpukan karotenoid. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah asupan karotenoid dikurangi.
Ahli gizi Joy Dubost, PhD, RD, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kandungan gizi produk olahan labu. Pai, minuman manis, dan makanan panggang berperisa labu dapat mengandung gula tambahan, lemak jenuh, atau kalori dalam jumlah tinggi.
Labu segar dapat diolah menjadi sup atau dijadikan bahan campuran makanan panggang. Bijinya juga dapat dipanggang menjadi camilan yang mengandung magnesium dan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
















