Waspada Virus Nipah 2026: Kenali Gejala yang Menyerang Otak dan Cara Mencegahnya

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapanturanews.com — Di tengah upaya dunia menjaga stabilitas kesehatan global, sebuah ancaman lama kembali muncul ke permukaan di awal tahun 2026.

Virus Nipah (NiV), virus yang dikenal memiliki tingkat fatalitas sangat tinggi, kini tengah menjadi sorotan utama setelah dilaporkan kembali merebak di India dan memicu status waspada di Thailand. Indonesia pun kini diminta untuk tidak lengah menghadapi potensi penyebaran virus ini.

Apa Itu Virus Nipah dan Dari Mana Asalnya?

Virus Nipah adalah penyakit zoonosis, artinya penyakit ini menular dari hewan ke manusia. Agen pembawa utamanya adalah kelelawar buah (codot). Manusia bisa tertular jika mengonsumsi buah yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar, bersentuhan dengan hewan ternak seperti babi yang terinfeksi, atau terpapar langsung melalui cairan tubuh pasien yang positif.

Mengapa Kita Harus Sangat Waspada?

Berbeda dengan virus musiman lainnya, Virus Nipah tergolong sangat mematikan. Pakar kesehatan menyebutkan tingkat kematiannya berkisar antara 40% hingga 75%. Di India sendiri, pada pertengahan Januari 2026, otoritas setempat telah melakukan karantina massal setelah mengonfirmasi lima kasus positif di wilayah Kerala.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki risiko besar karena secara geografis bertetangga dekat dengan negara-negara tersebut. Selain itu, mobilitas manusia yang tinggi di awal tahun bisa menjadi jembatan masuknya virus jika tidak diawasi dengan ketat di pintu-pintu masuk negara.

Gejala yang Sering Menipu

Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi Virus Nipah adalah gejalanya yang sangat mirip dengan flu biasa pada tahap awal. Penderita biasanya akan merasakan:

1. Demam tinggi dan sakit kepala hebat.

2. Nyeri otot dan radang tenggorokan.

3. Mual atau muntah-muntah.

Namun, dalam waktu singkat (24 hingga 48 jam), kondisi bisa memburuk drastis menjadi Ensefalitis atau peradangan otak. Jika sudah pada tahap ini, pasien akan mengalami kantuk yang ekstrim, disorientasi (kebingungan), hingga jatuh koma. Inilah alasan mengapa virus ini begitu ditakuti karena kerusakannya langsung menyasar sistem saraf pusat.

Langkah Pencegahan yang Bisa Kita Lakukan

Hingga saat ini, belum ada vaksin resmi baik untuk manusia maupun hewan guna mencegah infeksi Nipah. Oleh karena itu, kunci utamanya adalah pencegahan mandiri:

1. Cuci Buah dengan Bersih: Pastikan buah-buahan dikupas atau dicuci di bawah air mengalir. Hindari mengonsumsi buah yang tampak ada bekas gigitan hewan.

2. Hindari Kontak Hewan Liar: Jangan mendekati area yang menjadi sarang kelelawar atau peternakan babi yang terlihat tidak sehat.

3. Jaga Kebersihan Tangan: Rutin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar ruangan.

Kesadaran dini jauh lebih baik daripada pengobatan yang terlambat. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala flu berat yang disertai rasa pening tidak wajar setelah bepergian dari luar negeri, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber Berita: nnc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel suarapanturanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto
SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang
Dean Bayu Pradana: Hari Sungai Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda Menjaga Kelestarian Sungai
Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan
AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus
RTH Kecamatan Sepatan Nyaman Untuk Bersantai Dan Sambil Mengerjakan Tugas
Dialog Publik PB HMI Bahas RUU Kehutanan, Peringatkan Ancaman Pergeseran Fungsi Hutan Demi Investasi
Ratusan Murid Baru SMPN 1 Sukadiri Ikuti MPLS, Ketua MCS Ajak Siswa Menjadi Generasi Pembelajar, Berprestasi, dan Berkarakter
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10

Menu SPPG Sindanglaya 2 Terus Hadirkan Gizi Terbaik, Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto

Senin, 27 Juli 2026 - 11:02

SPPG Sindanglaya 2 Pagelaran Ucapkan Selamat Hari Sungai Nasional 2026, Perkuat Komitmen Menjaga Sungai demi Generasi Mendatang

Senin, 27 Juli 2026 - 10:57

Dean Bayu Pradana: Hari Sungai Nasional 2026 Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda Menjaga Kelestarian Sungai

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:23

Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:39

AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus

Berita Terbaru

error: Hak Cipta Suarapanturanews.com